Jelang PEMILU 2009 – Enam Parpol Bakal Tereliminasi

CILEGON, TRIBUN- Sedikitnya enam partai politik (parpol) baru di Kota Cilegon yang mengikuti verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon dipastikan tereliminasi. Enam parpol baru tersebut tidak dapat menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Karena hasil verifikasi hanya menyatakan 19 parpol baru yang memenuhi syarat dan lolos verifikasi.
Enam parpol yang tidak lolos verifikasi tersebut antara lain adalah Partai Patriot, Partai Perjuangan Indonesia Baru, Partai Kristen Indonesia 1945, Partai Nurani Umat, Partai Kedaulatan serta Partai Reformasi.
Ketua Pokja Verifikasi Faktual Parpol, Fathulah, S.Ag mengatakan, meski demikian, 19 parpol yang lolos pada verifikasi faktual masih harus menunggu keputusan oleh KPU Pusat pada Rapat Kerja (Raker) Pembahasan Hasil Verifikasi Faktual yang akan digelar pada 29 Juni sampai 1 Juli di Hotel Marbella Anyer.
“Setelah kita ajukan hanya 19 parpol ke KPU Pusat, tidak menutup kemungkinan parpol yang dimaksud bisa tidak lolos. Karena keputusan terakhir untuk menetapkan parpol yang siap maju di Pemili adalah KPU Pusat,” katanya kemarin.
Ia mengungkapkan, setelah KPU melakukan rekap hasil verifikasi faktual, terdapat enam parpol yang tidak memenuhi syarat. Verifikasi, kata dia, dilakukan dengan random sampling (door to door), yang berkaitan dengan keberadaan kantor, daftar pengurus inti, keberadaan pengurus inti serta kebenaran kanggotan parpol.
“Dari penjumlahan rekap semua, dihasilkan ada enam parpol yang tidak memenuhi syarat di Kota Cilegon. Selain dari partai yang disebutkan tadi, semuanya memenuhi syarat, baik dilihat dari keberadaan kantor maupun keberadaan pengurus inti dan keanggotaan,” jelasnya.
Menurut Fathulah, verifikasi dilakukan berdasarkan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Penelitian, Verifikasi dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu Tahun 2009, serta Keputusan KPU Nomor 9 Tahun 2008 tentang Juklak Juknis Verfikasi Faktual Parpol.
“Apabila terdapat hasil sampling yang tidak memenuhi syarat lebih dari 50 persen, maka parpol tersebut dianggap bermasalah. Kondisi tersebut yang terjadi pada enam parpol, karena setelah KPU melakukan survey keanggotaan, enam parpol tersebut tidak sesuai dengan dokumen,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPUD Kota Cilegon, Saeful Bahri, mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi kantor, sekitar 70 persen keberadaan kantor parpol di Kota Cilegon berstatus sewa/kontrak. Meski demikian, kata Saeful, berdasarkan Keputusan KPU Nomor 12 Tahun 2008 diperbolehkan setiap parpol memiliki kantor dengan jenis sewa, kontrak, pinjam pakai atau pengalihan fungsi rumah.
“Dari enam parpol di Kota Cilegon yang tidak memenuhi syarat tersebut, dua di antaranya tidak memiliki kantor. Kami tidak dapat menemukan kantor dari Partai Patriot dan Partai Perjuangan Indonesia Baru. Kalau kantor saja sudah tidak ada, itu sudah tidak memenuhi syarat,” tegasnya. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: