Banten Jadi Laboratorium Pilot Project Sanitasi Lingkungan

CILEGON – Minimnya pengolahan sanitasi lingkungan dan penyediaan air bersih di Indonesia, menjadi persoalan pemerintah pusat dalam melakukan perbaikan dan pemanfaatan lingkungan bagi pemukiman.

Dalam rangka menggoalkan program Milenium Deplovment Gold yang dicanangkan oleh pemerintah pusay hingga Tahun 2015 mendatang, pemerintah akan mencoba melakukan program pengelolaan sanitasi lingkungan dan pemanfaatan air bersih yang berbasis kepada masyarakat.

Untuk uji coba program tersebut, pemerintah pusat akan menerapkannnya di provinsi banten sebegai daerah percontohan. Demikian dikatakan Kepala sub bidang prasarana dan sarana pedesaan Depertemen dalam negeri, Togar Siagian, saat melakukan training sanitasi total berbasis lingkungan untuk mencapai program Milenium Development Gold yang dicanangkan pemerintah hingga tahun 2015 mendatang di Hotel Permata Krakatau Cilegon sabtu (29/6) lalu.

Menurutnya, program penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan di Indonesia dinilai masih sangat memprihatinkan. Tercatat baru 53 persen masyarakat Indonesia yang baru memiliki akses air minum bersih dan sanitasi yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Jumlah itupun masih belum memenuhi standarisasi yang steril. Padahal, kedua unsur tersebut merupakan salah satu indikasi kesehatan.

“Untuk itu, kami akan mencoba Banten sebagai tempat laboratorium pilot project pembelajaran sanitasi total berbasis masyarakat. Sehingga pemanfa’atan lingkungan dapat maksimal dikelola oleh masyarakat, dan dipilihnya Banten sebagai tempat perobaan itu dengan alasan pemerintah pusat dapat melakukan pembinaanya secara maksimal,” ujar Togar.

Lebih lanjut Togar mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan minimnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap sanitasi. Ironisnya, baik pemerintah pusat maupun daerah masih belum memprioritaskan ketersediaan bersih dan sanitasi lingkungan bagi masyarakat.

Melalui pelatihan yang dilakukan di Hotel Permata tersebut, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kalangan akademisi serta pejabat daerah sehingga mereka dapat memahami konsep sanitasi berbasis tersebut.

“Bila sudah dipahami, kedepannya program tersebut akan mudah ditumbuh kembangkan kepada masyarakat, karena perserta yang mengikuti program ini akan menjadi mediator dan menysosialisasikannya kepada masyarakat luas di Provinsi Banten. Mudah mudahan program ini bermanfaat bagi lingkungan dengan adanya kesadaran dari masyarakat tersebut,” tegas Togar.(yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: