Acara “Anyer Paradise” Diprotes

CILEGON, (FB).-Dinilai Rawan Praktik Kemaksiatan

Acara “Anyer Paradise” yang akan menyuguhkan penampilan Disk Jokey (DJ) Riri Mestika Rachman, di Sanghyang Resort Anyer 5 Juli mendatang mendapat kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka menilai acara tersebut tidak sesuai dengan kultur Banten dan rawan terhadap praktik kemaksiatan.

“Acara tersebut tidak ubahnya pesta diskotek terbuka massal. Acara itu juga sangat kontra-produktif dengan masyarakat Banten yang baru saja menjadi tuan rumah MTQ Nasional,” kata Wakil Panglima Laskar Khalid Bin Walid, Muhammad Iqbal kepada Fajar Banten, kemarin.

Ia mengatakan, acara yang menampilkan “DJ” ternama tersebut tidak berbeda dengan pagelaran diskotek yang akan diikuti ratusan para clubers. Sementara, para pecinta hiburan malam tersebut, kata Iqbal, sangat berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

“Jadi, selain tidak sesuai dengan kultur masyarakat Banten, acara itu berpotensi menjadi ajang pesta narkoba massal dan sex bebas serta minuman keras. Acara ini bersifat hedonistic dan anti sosial. Celakanya, justru acara tersebut diadakan beberapa saat setelah Provinsi Banten menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Percuma MTQ terselenggara di Banten, alih-alih mengimplementasikan hasil MTQ, justru mengizinkan acara yang tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat Banten. Anehnya tidak ada tokoh, baik kiai maupun lainnya yang bersikap,” papar Iqbal.

Oleh karena itu, dia mendesak kepada Gubernur Banten, Bupati Serang, MUI Banten serta aparat kepolisian agar melarang dan mencabut izin penyelenggaraan acara tersebut Iqbal juga mengaku akan berkoordinasi dengan komponen dakwah lainnya untuk menolak acara tersebut.

“Saya menunggu respons para ulama dan kyai untuk melawan bersama kemaksiatan yang akan terjadi dalam acara hiburan itu,” tegasnya.

Hal senada dikatakan, Koordinator Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Posko Cilegon, Romli As`ad. Dia juga mengaku tidak setuju apabila acara tersebut digelar di wilayah Banten. “Semua orang tahu DJ itu adalah pengisi acara di diskotek. Jadi, yang hadir pun dipastikan orang-orang yang sering ke diskotek. Sementara semua tahu bagaimana situasi dan kondisi di saat hiburan itu berlangsung,” kata Romli, seraya menyatakan, pihaknya akan merapatkan barisan dengan elemen masyarakat lainnya untuk mendatangi lokasi acara tersebut, untuk melakukan pembubaran.

Ketika dikonfirmasi, Panitia Acara “Anyer Paradise”, Anggi, tidak memberikan komentar atas penolakan dari elemen masyarakat tersebut. Dia hanya menanyakan nama organisasi yang melakukan penolakan tersebut. “Memang dari mana saja yang menolak,” ujar Anggi sambil mengakhiri pembicaraan telepon.

Sementara informasi yang diterima Fajar Banten, pihak panitia masih terus berkoordinasi dengan pihak Satuan Intelkam Polres Cilegon dan Polda Banten terkait masalah perizinan penyelenggaraan acara tersebut. (J-02)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: