Warga Tegal Ratu Tolak Pelabuhan Batubara, Ciwandan – Cilegon

CIWANDAN, (FB).

Masyarakat Lijajar, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon mengancam akan melakukan demonstrasi ke PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading. Mereka menolak pendirian Pelabuhan Batubara Internasional di kawasan Pelabuhan Cigading yang baru diresmikan Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafe`i Djamal baru-baru ini.

Elemen yang menolak pendirian terminal batubara di kawasan anak perusahaan Krakatau Steel (KS) tersebut antara lain diungkapkan warga Lijajar yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lijajar (Opel), dan Gerakan Pemuda Tegal Ratu (Gaputra) serta Forum Komunikasi LSM Ciwandan. Mereka menyatakan keberatan dibangunnya terminal batubara di kawasan PT KBS tersebut karena persoalan pencemaran.

“Kami menolak Pelabuhan Batubara ini dibangun karena permasalahan-permasalahan sebelumnya pun, yang terkait masalah pencemaran akibat dari stockpile batubara di kawasan PT KBS belum direspons secara serius dari pihak-pihak terkait. Jika terminal batubara ini dibangun, saya yakin pencemaran akan bertambah parah,” kata perwakilan LSM Gaputra, Mansurudin kepada Fajar Banten, kemarin.

Perwakilan Opel, Wardi, mengatakan, masyarakat keberatan apabila pembangunan terus dilakukan. Sebab, kata dia, keuntungan bagi masyarakat tidak sebanding dengan kerugian yang akan dialami masyarakat. “Hal ini mereka (perusahaan-red) lakukan semata-mata hanya untuk kepentingan pemilik modal yang memikirkan keuntungan pribadi tanpa memerhatikan akibat lingkungan dan sosial,” ujar Wardi.

Ketua Forum Komunikasi LSM Ciwandan, Faisol, juga menyatakan, pembangunan terminal batubara skala besar yang merupakan kerjasama dengan investor Malaysia tersebut hadir tanpa sosialisasi dengan masyarakat sekitar. Padahal, kata dia, dampaknya sangat berbahaya dari debu batubara yang nantinya akan mencemari udara.

“Diketahui bersama bahwa debu batubara masuk dalam kategori limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Jadi, nyata sekali bahwa PT. KBS kurang respek terhadap kepentingan dan hak hidup sehat masyarakat,” kata Faisol.

Sedang, tokoh pemuda Tegalratu, Amin, AS, menegaskan, apabila tidak ada itikad baik dari PT.KBS untuk menyelesaikan masalah ini, masyarakat secara bersama-sama akan melakukan demonstrasi menolak pembangunan terminal batubara tersebut.

“Apabila tidak ada upaya pengkajian yang komprehensif, maka seluruh masyarakat Lijajar dan Tegal Ratu akan turun bersama-sama untuk menolak dan melakukan aksi demo,” tegasnya. (J-02)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: