Diskoptan Vaksin Ribuan Unggas

Ditemukan Dua Unggas Mati Mendadak

CILEGON – Dinas Koperasi dan Pertanian (Diskoptan) Kota Cilegon melakukan vaksin AI (Afiant Influenza), penyemprotan kandang unggas, serta memberikan tetes nucastle desaise (ND) kepada ribuan unggas di 43 kelurahan se-Cilegon, kemarin. Dalam kegiatan tersebut petugas menemukan dua ayam yang mati mendadak.

Namun, setelah dilakukan tes oleh petugas, dua ekor ayam milik Suhedi dan Asmuni warga Lingkungan Daliran RT 01/02 Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Puwakarta itu diketahui negatif virus flu burung. Menurut petugas, dua ekor ayam tersebut mati karena menderita Tetelo (salah satu jenis penyakit ayam).

Kasi Peternakan Perikanan dan Kelautan pada Diskoptan Cilegon, Lira Yuliantina mengatakan, vaksin, penyemprotan dan tetes ND dilakukan serentak di 43 keluarahan di Cilegon, dengan target pelaksanaan sebanyak 1.000 unggas disetiap kelurahan.

“Vaksin dilakukan oleh lima orang kader vaksin AI dan penyemprotan disetiap kelurahan. Dalam kegiatan ini kita menyiapkan sebanyak 30 ribu obat tetes ND, dan 50 ribu vaksin,” ujar Lira, kepada BANTEN EKSPRES, usai kegiatan, sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data Diskoptan Cilegon, lanjut Lira, kasus flu flu burung mengalami penurunan. Tahun 2007 lalu jumlah total kasus flu burung tercatat sebanyak 32 kasus, dengan frekuensi bulan January – Maret sebanyak 17 kasus. Namun, pada January – Maret 2008 ini jumlah kasus flu burung hanya mencapai 7 kasus. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Citangkil, Purwakarta, Ciwandan, dan Pulomerak.

“Kalau melihat frekuensi bulan January hingga Maret kasusnya cenderung menurun. Dan semua kasus itu merupakan kasus unggas, bukan pada manusia,” tegas Lira.

Oleh sebab itu, lanjut dia, vaksin dan penyemprotan dilakukan guna mencegah sekaligus meminimalisir penyebaran virus flu burung. Kendati demikian, Lira juga meminta adanya kesadaran masyarakat agar mau menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan, khususnya bagi warga yang beternak unggas.

“Saat ini, kesadaran masyarakat untuk itu masih sangat minim. Antisifasi bio security oleh masyarakat masih minim. Seperti mencuci tangan saat memang unggas, dan membersihkan kandang unggas,” tandasnya.

Sementara, Suhedi pemilik dua ekor ayam yang mati mendadak tidak mengetahui secara pasti penyebab ayamnya mati. Sebelum mati, lanjutnya, ayamnya terlihat seperti sedang sakit. “Memang pas saya lihat kemarin ayam saya meringkuk seperti sedang sakit,” jelasnya singkat. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: