Kepsek Pungut PSB Akan Ditindak

CILEGON – Walikota Cilegon Tb H Aat Safa’at menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah (Kepsek) yang masih melakukan pungutan atau biaya penerimaan siswa baru (PSB). Hal ini menyusul peluncuran program pemerintah Kota Cilegon yakni, pendidikan gratis pada bulan Juli ini.

“Kita punya program pendidikan gratis dan sudah diperwalkan, jadi tidak ada lagi pungutan untuk biaya PSB maupun pungutan dana sumbangan pembangunan (DSP). Jika ditemukan hal itu, maka saya akan menindak tegas oknum tersebut dengan pemberian peringatan keras. Apabila peringatan itu tidak digubris, maka sanksi akan lebih berat lagi,” katanya usai melakukan sidak PSB di sejumlah sekolah SMA dan SMP, Selasa (1/7) kemarin.

Pantauan disejumlah sekolah, kegiatan PSB tampak haru. Dimana masyarakat sangat antusias untuk mendaftarkan putra dan putri mereka. Dengan dibebaskannya biaya PSB dan DSP, dirasakan masyarakat begitu bermanfaat. Pasalnya, biaya sekolah saat ini cukup tinggi, dimana dalam pertahun, para calon siswa harus mampu menyediakan uang sebesar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

Sementara waktu ini, tidak ditemukannya pungutan sekecil apapun terhadap masyarakat Kota Cilegon. Walikota didampingi jajarannnya saat melakukan sidak ke SMA 8, SMA 3 dan SMK juga menyatakan hal serupa. Dari pengakuan warga yang kebanyakan para orang tua calon siswa mengucapkan rasa terimakasih kepada walikota.

“Alhamdulillah tidak ada warga yang mengeluh dengan PSB ini, mereka semua mengaku tidak ada pungutan apapun ketika melakukan mendaftarkan anaknya,” ujarnya.

Namun, Walikota mengaku, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah saat moment PSB tersebut. Secara rahasia, Aat sudah mengerahkan tim pengawas yang tidak diketahui siapapun untuk memantau jalannya PSB. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan upaya penertiban program yang sedang digalakan pemkot Cilegon.

“Akan kita awasi terus, dan tim pengawas rahasia sudah kami siapkan, jadi bagi sekolah-sekolah nakal tidak bisa memanfaatkan situasi ini,” tegasnya seraya mengatakan, hanya sekolah negeri saja yang mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Cilegon.

Suprihatini, salah orang tua calon siswa SMA 8 berharap, program pendidikan gratis yang hingga penggratisan biaya PSB terus dilakukan pemerintah (jangka panjang). Pihaknya mengaku bangga ketika mendengar bahwa PSB dan Biaya pendidikan lainnya digratiskan. Bahkan, ia menyatakan akan langsung melaporkan kepada Walikota jika pihaknya dipungut biaya oleh pihak sekolah.

“Kami tertolong sekali, tadinya kami bingung bagaimana caranya agar si Tono (Putranya) bisa sekolah. Dan alhamdulillah pemerintah ternyata sudah memperhatikan hal itu. Dan saya akan melaporkan pihak sekolah jika memang masih memungut biaya PSB dan DSP,” tukasnya. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: