Lurah Hanya Menjadi Korban PT BGD

CILEGON, TRIBUN- Situasi demonstrasi kemarahan warga Kampung Lijajar, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Cilegon yang menuntut pembagian kompor dan gas 3 kg kepada Lurah, Senin (30/6) lalu, kini sudah mereda kembali. Menurut Lurah Banjarnegara, H Junaedi, pihaknya hanya menjadi korban saja. Pasalnya, pembagian kompor dan gas gratis itu dilakukan langsung oleh pihak ketiga yakni, PT. Banten Global Development (BGD).
“Bukannya saya pilih kasih, tapi memang di saya tidak memegang peranan untuk pendistribusian kompor gas tersebut. Wong semuanya sudah ditangani langsung oleh PT BGD. Kalau boleh jujur, sejak adanya pendistribusian kepada beberapa kampung di Banjarnegara, PT BGD tidak melibatkan pihak kelurahan. Sehingga saya tidak tahu menahu tentang ini,” timpal kepada Tangerang Tribun, Selasa (1/7) kemarin di kantor Walikota Cilegon.
Hampir diakui semua Lurah maupun pihak Kecamatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), bahwa PT BGD melakukan pendistribusian kompor dan gas seberat 3 kg tanpa koordinasi. Hal ini memang dikeluhkan semua pihak terkait. Pasalnya, khawatir ketika muncul polemik dikalangan masyarakat, yang menjadi korban adalah aparat pemerintah yang dimaksud.

Kini sudah terbukti di Kelurahan Banjarnegara, aksi demonstrasi warga yang menuntut pembagian kompor gas telah menimbulkan prasangka buruk terhadap Lurah. Dimana Junaedi pada saat itu, dituduh telah melakukan penyimpangan dan berbuat tidak adil terhadap masyarakatnya.

“Awalnya memang saya sudah khawatir, karena sebagian warga di beberapa kampung sudah mendapat jatah, namun masih banyak warga yang belum, tapi dari PT BGD sendiri hingga saat ini belum ada tindakan selanjutnya. Dan pada akhirnya, kami yang menjadi korban, padahal kami tidak pernah dilibatkan,” akunya.

Ditambahkan Asisten Daerah (Asda) I pemkot Cilegon, Samsul Rizal, dalam hal pembagian kompor dan gas gratis ini, warga dipersilahkan untuk menanyakan langsung ke PT BGD di Serang. Pasalnya, pemerintah daerah sendiri tidak memiliki kewenangan untuk mendesak atau meminta langsung ke PT BGD agar segera didistribusikan kepada masyarakat. Menurutnya, jika pembagian itu di handle langsung, maka masyarakat bisa mengeluhkan hal ini kepada instansi terkait atau pihak kelurahan dan kecamatan.

“Permasalahan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah daerah, apalagi pihak kelurahan dan kecamatan yang hanya mengetahui warganya mendapat kompor gas. Pasalnya, hal sudah ditanggulangi langsung oleh pihak ketiga di Provinsi Banten. Jadi kalau mau komplain silahkan ke perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya. (Irw)

One Response

  1. I finally decided to write a comment on your blog. I just wanted to say good job. I really enjoy reading your posts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: