28 Container Barang Impor dari China Siap Dilelang

Container siap lelang MERAK – Sebanyak 28 container berisi barang import dari China berupa Poly Unil Cloride (PUC) atau plastic sheet, sepatu, alat pancing dan keramik yang sudah hampir enam bulan berada di dalam pelabuhan peti kemas Indah Kiat Merak, Cilegon Banten, kini dalam pengawasan pihak Bea dan Cukai Merak (BC), dan siap dilelangkan. Pasalnya, pemilik barang import dari negeri tirai bambo itu tidak dapat memenuhi ketentuan perundang-undangan Indonesia. 

Kasi Penyidik dan Penindak (P2) Kantor Bea Cukai (BC) Merak, Banten, Doni Kusmedia mengatakan, PUC tersebut merupakan milik PT Sriguna Prawira. Perusahaan ini tidak dapat mengurus ijin karena diblokir pemerintah pusat. “Mereka diblokir karena mungkin ada persoalan yang belum mereka selesaikan. Karena diblokir pemerintah, pihak mereka tidak dapat melengkapi segala hal yang harus mereka lengkapi,” tuturnya.

Sementara barang berupa sepatu berbagai merk merupakan milik PT Tenggo Karya Sukses. Sepatu impor itu ditahan karena belum melengkapi ijin dan berkas yang seharusnya dipenuhi sebagai peryaratan. “Perusahaan ini diharuskan membayar denda Nota Pembetulan (Notul) yang jumlahnya mencapai Rp 1 miliar lebih. Sampai sekarang mereka tidak sanggup bayar denda notul itu, sehingga kami juga bakal melelangnya” jelasnya.

Sedangkan barang lain yakni, kramik milik CV Mulya Sakti, juga ditahan pihak Bea dan Cukai karena belum menyelesaikan administrasi ekspor impor. Sementara untuk alat pancing yang juga disita, sumber POSMETRO di Kantor Bea dan Cukai, mengaku tidak mengetahui secara detail. “Yang pasti persoalannya adalah masalah administrasi lah,” ujarnya.
 
Sesuai aturan, lanjutnya, barang yang disita petugas Bea dan Cukai karena kesalahan administrasi dan kelengkapan dokumen akan disita dan masuk dikatagorikan sebagai barang yang tidak dikuasai atau tidak bertuan. Barang tersebut sudah melebihi ketentuan tenggang waktu selama 60 hari sebagai penyelesaian kekurangan dari pemilik, pada waktu itu.
 
“Jika memang sudah melewati hari yang ditentukan, barang tersebut akan naik status menjadi barang yang dikuasai Negara. Temponya 30 hari. Jika tidak juga diurus, barang itu menjadi milik Negara dan siap di lelang,” terangnya.
 
Proses lelang, tambahnya, tidak bisa dilakukan tanpa ada penetapan dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI. “Jadi menunggu ketetapan dari Menkeu dulu baru dilelang,” pungkasnya.
 
Sementara Kepala Kantor Bea dan Cukai, Khaerul Saleh saat ditemui kemarin, membenarkan rencana pelelangan barang-barang import dari China sebanyak 28 container. Namun pihaknya tidak banyak berkomentar tentang hal ini. “Maaf saya sedang sibuk, kalau untuk barang-barang tersebut memang benar, tapi untuk lebih jelas silahkan ditanyakan kepada bidang-bidang yang berkopenten,” katanya singkat. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: