Karantina Musnahkan 720 Kg Daging Babi

 

Khawatir Menyebarkan Wabah Penyakit

CILEGON, (FB).-

Sebanyak 720 kilogram daging babi hutan yang disita Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam tabung pembakaran khusus milik Balai Karantina tersebut, kemarin. Daging celeng yang dimusnahkan tersebut adalah barang ilegal yang disita KPPP Merak beberapa waktu lalu dari mobil pick up yang berasal dari Provinsi Bengkulu untuk dijual ke Solo.

Kepala Badan Karantina Hewan, Departemen Pertanian (Deptan), Syukur Irwantoro, yang menyaksikan langsung acara pemusnahan tersebut, mengungkapkan, daging celeng tersebut disita karena masuk ke wilayah Banten (Pulau Jawa) dari Pulau Sumatera tanpa dilengkapi dokumen resmi dari Balai Karantina setempat. Karena tidak dilengkapi izin kesehatan serta izin angkut, pengangkutan daging babi hutan itu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan.

“Kami menyita dan memusnahkan, karena babi yang kesehatannya tidak terjamin, biasanya membawa penyakit. Penyakit yang biasa diinfeksikan oleh babi yang tidak steril adalah wabah ekualera, demam babi serta wabah SARS yang menyerang pernafasan dan reproduksi babi. Itu sama dengan Avian Influenza (AI) pada unggas,” jelas Syukur.

Pemusnahan dilakukan di halaman belakang Balai Karantina Pertanian Merak. Daging-daging yang sudah menyebarkan bau itu dimasukan dalam tabung besar khusus pembakaran (insenirator-red). Dalam waktu singkat, ratusan kilogram daging babi tersebut terbakar dan hanya menyisakan abu.

Seperti diketahui, daging babi asal Bengkulu dengan tujuan Kota Solo itu ditangkap jajaran KPPP Merak pada 21 April 2008 . Daging babi hutan yang masuk melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak -Bakauheni itu tidak dilengkapi dokumen resmi yang diisyaratkan UU Kekarantinaan.

Serangkaian dengan acara pemusnahan tersebut, dilakukan kegiatan pengobatan gratis pada binatang kesayangan milik masyarakat, seperti ular, monyet, anjing serta ikan hias. Dalam acara itu juga sekaligus dilaksanakan serahterima jabatan baru mengingat pergantian nama menjadi Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak yang membidangi kekarantinaan hewan dan tumbuhan. Sebelumnya karantina hewan dan tumbuhan berdiri secara terpisah. Masalah hewan ditangani Stasiun Karantina Hewan (SKH) dan masalah tumbuhan dibawah naungan Stasiun Karantina Tumbuhan (SKT) Kelas II Merak. Kini dua instansi tersebut digabung menjadi satu dibawah naungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak, yang di bawah naungan Departemen Pertanian (Deptan). (J-02)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: