Lagi, Macet di Pelabuhan Merak

Pengusaha Kapal Dituding tak Mampu Siapkan Angkutan

MERAK, (FB).-

pelabuhan macetAntrean kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni dari Pelabuhan Penyeberangan Merak kembali terjadi, sejak Rabu (2/7) malam. Antrean kendaraan yang terjadi kali ini adalah sepanjang 3 kilometer mencapai keluar wilayah pelabuhan. Sejumlah pihak menuding antrean ini terjadi akibat pengusaha kapal tidak siap menyediakan angkutan pada musim liburan kali ini.

Kepala Bidang Kelaiklautan Kapal pada Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Adang Rodiana, mengatakan, antrean kendaraan yang akan menyeberang di Pelabuhan Penyeberangan Merak disebabkan karena banyak kapal Ro-Ro yang rusak. “Antrean terjadi karena kapalnya tidak ada lagi. Seharusnya para pengusaha siap mengoperasikan kapalnya di saat terjadi antrean dan penumpukkan, terutama pada musim liburan seperti ini,” kata Adang.

Namun Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Utama Merak, Kaimuddin Maliling, mengatakan, selain karena kurangnya armada karena sedang menjalani perbaikan dan perawatan, penyebab lain kemacetan ini di antaranya terjadi karena sejumlah kapal Ro-ro sedang melakukan pengisian bahan bakar di tengah laut.

“Antrean terjadi selain karena kapal Ro-Ro banyak yang rusak dan harus menjalankan perawatan, ditambah dengan adanya sejumlah kapal yang melakukan pengisian BBM, sehingga mengganggu jadwal operasional. Sebab, pengisian BBM kapal paling sebentar memakan waktu 5 jam,” katanya.

Kaimuddin mengakui jumlah kapal yang beroperasi pada musim liburan ini sangat kurang. Dari 29 kapal Ro-ro yang beroperasi pada lintas Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauhueni, kata dia, 5 kapal di antaranya sedang menjalani docking atau perawatan berkala yang rutin dilakukan setiap tahun.

Sementara 24 kapal sisanya, lanjut Kaimuddin, tidak mampu dioperasikan secara maksimal.

Dari 24 kapal, katanya, 6 kapal sedang menjalani perawatan rutin setelah lima hari beroperasi, sehingga kapal yang sekarang beroperasi hanya 15 armada. Rencananya ada 3 kapal lagi yang akan masuk, namun hingga saat ini belum ada.

“Saya hanya bisa mengimbau kepada para agen kapal agar melakukan pengisian BBM ketika mendapat jadwal engker. Jangan sampai pada saat operasi harus mengisi BBM dulu. Jadi banyak waktu yang terbuang, sehingga antrean dan penumpukan terus terjadi,” ujarnya, seraya mengatakan, volume kendaraan truk yang hendak melakukan penyeberangan masih dalam jumlah normal, yakni hanya berkisar 2.000 sampai 3.000 unit.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak, Togar Napitupulu mengatakan, pihaknya tidak dapat memaksakan untuk mengoperasikan kapal. Pasalnya, sesuai jadwal yang telah ditentukan, bahwa setiap kapal Ro-ro yang sudah melakukan pelayaran selama 5 hari, harus menjalani istirahat (engker) selama 3 hari, untuk melakukan perawatan dan pengecekan kapal untuk persiapan operasi pada 3 hari selanjutnya.

“Kalau kami harus memaksakan operasi, bisa rusak kapalnya. Lagipula memang sudah ada jadwalnya, bahwa setelah 5 hari beroperasi, kapal harus istirahat selama 3 hari. Kalau dipaksakan dioperasikan, bisa berakibat fatal,” tegasnya.

“Sebenarnya saat ini tinggal dari ASDP selaku operator pelabuhan yang harus bisa mencari solusi, agar armada kapal tidak kekurangan. Salah satunya adalah ASDP harus mengatur dan membenahi jadwal pengoperasian kapal supaya lebih baik dari sekarang, “ tandasnya.

Kondisi antrean dan penumpukkan yang terjadi di luar pelabuhan maupun di dalam Pelabuhan Penyeberangan Merak ini terjadi pasca kenaikan tarif kapal Ro-ro yang diberlakukan mulai Kamis (3/6) dinihari pada Pukul 00.01 WIB. Sementara antrean dan penumpukkan terjadi sejak Rabu (2/6) malam sekitar Pukul 00.00 atau beberapa saat sebelum tarif baru diberlakukan. Ketika itu, Kapal Ro-Ro yang beroperasi sebanyak 18 kapal. Sementara pada Pukul 09.00 WIB, 3 kapal terpaksa keluar lintasan tidak dapat melayani penyeberangan, sehingga antrean kendaraan kembali terjadi mulai kemarin pagi sekitar Pukul 09.00 WIB. Hingga Pukul 18.00 WIB kemarin petang, antrean masih terjadi hingga keluar areal pelabuhan. Sementara armada Kapal Ro-Ro sudah bertambah lagi sebanyak 3 armada menjadi 18 armada. Namun, penambahan armada tersebut tidak menyurutkan antrean kendaraan truk yang akan menyeberan ke Pelabuhan Bakauheni.

Cegah gangguan kamtibmas

Sementara itu, jajaran Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Merak disebar di tiap titik-titik lokasi kemacetan. Kepala KPPP Merak, AKP. Moch Sujatna, mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yang berpotensi menimbulkan tindak kriminal. “Anggota kami disebar di titik-titik kemacetan, untuk mencegah munculnya tindak kriminal serta mengatur antrean,” ujar AKP. Sujatna, seraya mengatakan, anggotanya juga berjaga-jaga di areal dermaga, gangway, ruang tunggu penumpang serta Terminal Bus Merak.. (J-02)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: