SPBU Cikuasa Atas Jual Solar Dicampur Air

CILEGON – Sejumlah pengemudi truk yang akan melakukan penyeberangan melalui pelabuhan kapal ferry Merak, kemarin mengeluhkan beredarnya bahan bakar solar yang tercampur air yang dijual di station pengisian bahan bakar (SPBU) yang terletak di akses jalan tol Cikuasa Atas, Merak Kota Cilegon.

Sehubungan dengan hal itu, Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi Kota Cilegon akan melakukan pemeriksaan terhadap tangki penyimpanan bahan bakar SPBU.

Akibat tercampurnya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan air, membuat sejumlah kendaraan harus mengalami mati mesin mendadak, lantaran proses pembakaran pada mesin berlangsung tidak sempurna.

Kejadian mati mesin lantaran bahan bakar solar tercampur air itu, diantaranya dialami oleh mobil truk dengan nopol BG 4622 AV yang dikemudikan Arwan (41) dan mobil truk nopol BG 3620 AF yang dikemudikan Supri (36). Pada umumnya, kendaraan tersebut, mengalami mati mesin setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Cikuasa Atas milik pengusaha hotel bintang empat di Serang Banten.

Akibat dari matinya mesin, sejumlah pengurus truk (petruk) mewakili para pengemudi yang kendaraannya mengalami kerusakan (mogok), mendatangi pihak manajemen SPBU yang belum lama beroperasi tersebut.

“Kami sempat menguras dan mengosongan tangki bahan bakar, namun tetap saja mesin mobil kami tidak bisa hidup lagi, akibat banyak terjadi kerusakan yang disebabkan dari filter solar dan lain-lain,”ujar Arwan kepada wartawan, kemarin pagi.
 
Dikatakan Supri yang kendaraannya membawa muatan sembako dari Jakarta, bahan bakar yang dibeli dari SPBU di Cikuasa Atas Cilegon tersebut, hampir sekitar 20 persennya tercampur air.

Hal itu diketahui setelah solar yang ada didalam tangki dikeluarkan dan dimasukkan kedalam botol air mineral.”Sewaktu masalah solar ini tercampur air, pihak SPBU mengakui dan mau memberikan ganti rugi berupa pergantian solar dan kerusakan pada mesin mobil kami,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (DLHPE) Kota Cilegon, Agus Widodo mengatakan. kasus tercampuranya solar dengan air itu akan dilakukan pemeriksaan dan penelitian oleh pihak DLHPE, dan pihaknya akan menerjunkan tim ke beberapa SPBU di Cilegon, guna memastikan kebenarannya.

“Kita akan menyelidiki sejauh mana tercampurnya bahan bakar premium itu dengan jenis air yang ada pada SPBU, sehingga menimbulkan matinya mesin sejumlah kendaraan,” ujar Agus.

Untuk mengetahui persoalan itu sejumlah tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU akan dilakukan pemeriksaan. Bila memang telah terjadi pengoplosan bahan bakar dengan air, secara kasat mata akan terlihat pada dinding tangki penyimpanan. (yus)

Dihubungi via telepon selulernya kemarin, Kepala Distribusi Pertamina Terminal Transit III Tanjung Gerem, menambahkan. BBM yang akan didistribusikan ke tiap SPBU itu, dilakukan pengecekan secara bertahap, diantaranya pengecekan di kapal tangker, tabung tangki yang berada di terminal dan pengecekan di tangki pendistribusian.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Kota Cilegon Silvi Yuniatur Hayati, mengatakan akan melakukan investigasi terkait pengoplosan solar dengan air yang dilakukan pihak SPBU di Cikuasa Atas Cilegon yang telah merugikan banyak masyarakat itu.

Kasus tersebut telah melanggar undang-undang konsumen pasal 15 tentang perlindungan konsumn dengan ancaman denda 1 miliyar.”Karena pengoplosan tersebut sudah merugikan banyak warga, kemudian kami juga akan menuntut pihak SPBU untuk memberikan konpensasi kepada warga yang telah dirugikan itu,”terangnya. (yus)

Sementara itu, Didi selaku HRD SPBU Cikuasa Atas Cilegon, didampingi Imat selaku pengawas, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya keluhan sejumlah pengemudi truk dengan adanya bahan bakar solar yang tercampur air di SPBU tersebut.

“Memang benar ada pengurus truk mewakili beberapa pengemudi truk yang komplain. Alasannya, solar yang mereka beli dari SPBU disini tercampur air dan mengakibatkan mesin kendaraan mereka mati. Namun, kami sudah melakukan pergantian solar dan pergantian terhadap semua kerusakan yang terjadi pada mesin mobil itu,”ujar Didi. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: