Akibat Sopir Ngantuk, Lima Penumpang Tewas

SERANG – Lima nyawa melayang dalam sebuah kecelakaan antara mobil Suzuki Carry nopol F 1704 C dengan Bis Tunggal Daya nopol AB 2762 CE, di Jalan Tol Jakarta – Merak, KM 51 di wilayah Tambak, Serang Banten, Selasa (8/7) pukul 06.00 WIB.

Adapun keempat korban tewas yakni Welrisman alias Heri (45) supir mobil Suzuki Carry, dan Damrijal (55), keduanya warga Kampung/Desa/Kecamatan Fajar Bulan, Lampung Barat. Tiga orang lainnya, Alvis (35) dan anaknya Usup alias Usep (12), serta Suwali (45), ketiga korban tercatat sebagai warga Desa Mekar Agung, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat.

Menurut Rusman petugas Sentral Marga Mandala Sakti yang dihubungi POSMETRO, saat itu mobil carry yang dikemudikan Heri datang dari arah Merak menuju Jakarta. Diduga akibat mengantuk, tiba-tiba mobil carry tersebut keluar dan memotong lalu menabrak jalur pembatas, dan menabrak bis Pariwisata Tunggal Daya yang datang dari arah berlawanan.

Kecelakaan maut pun tak dapat dielakkan. Kelima penumpang di mobil carry tewas seketika dilokasi kejadian . Selanjutnya, petugas Patroli Marga Mandala Sakti dan PJR Mabes Polri yang tiba dilokasi, setelah melakukan pendataan dan olah TKP, langsung membawa mayat kelima korban ke rumah sakit.”Kondisi mobil carry rusak parah. Bis hanya mengalami rusak pada bagian kanan depan,”ujar Rusman.

Sementara informasi yang diperoleh dilokasi, peristiwa bermula saat kelima korban melaju dijalan tol menaiki satu kendaraan sewaan yang dikemudikan Welrisman menuju Jakarta. Tiba ditempat kejadian, mobil yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi tak bisa dikendalikan sang sopir karena ada penyempitan jalan, dimana dilokasi itu jalan tengah dalam perbaikan.

Sementara rambu jalan yang dipasang sangat dekat dengan lokasi jalan yang menyempit membuat sang sopir kelabakan membanting setir. Upaya Welrisman mengarahkan kendaraannya kejalur sempit sempat berhasil, namun laju kendaraan yang melaju tak bisa dikendalikan. Akibatnya, mini bus nahas itu pun memasuki median jalan, dan selanjutnya menyeberang kearah sebaliknya, lalu menabrak bus Pariwaisata Tunggal Jaya yang dikemudikan M.Topik.

Akibatnya tabrakan pun tak bisa terhindarkan. Minibus yang dikemudikan Welrisman langsung tertabrak dan terjungkal beberapa kali dibadan jalan. Kelimanya tewas ditempat kejadian dengan luka terparah dibagian kepala dan tulang rusuk patah-patah. Para korban berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke RSUD Serang setelah petugas Patroli dari PJR Serang Timur tiba dilokasi kejadian, beberapa saat berselang.

Kasubdit Gakum Dirlantas Polda Banten Kompol Wingki Aditia saat ditemui kemarin mengungkapkan, terjadinya kecelakaan itu diduga akibat rambu lalu lintas (traffic cone) yang dipasang pihak pengelola jalan tol terlalu dekat dengan lokasi yang diperbaiki. Sehingga sopir tak bisa mengendalikan kendaraannya, karena jaraknya terlalu dekat. “Idealnya sekitar 65 meter antara pemberitahuan dengan lokasi yang diperbaiki, tapi itu hanya sekitar 16 meter,” kata Wingki.

Tentang para korban, kata Wingki, seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Serang untuk dilakukan visum. Sementara sopir Bus Tunggal Jaya, M.Topik berikut bus yang dikendarainya diamankan ke Mapolda Banten untuk dimintai keterangan terkait kasus itu. “Dia diperiksa sebagai saksi,” kata Wingki lagi.

Secara terpisah, Dr Romy Sabastian, dokter yang menangani korban mengungkapkan, hasil analisi yang dilakukannya kuat dugaan penyebab kematian korban adalah luka parah yang terjadi pada bagian kepala dan dada korban. Lantaran hampir seluruh korban mengalami luka parah pada bagian kepala, dan patah tulang rusuk yang mengakibatkan korban tewas.

Sedangkan menurut dokter forensic RSUD Serang Budi Suhendar menyatakan, kelima korban tiba di RSUD Serang sekitar pukul 06.30 sudah menjadi mayat. “Kelimanya diduga kuat meninggal ditempat kejadian, karena tiba di RSUD telah meninggal,” ujar Budi.

Sementara itu, keluarga korban yang berhasil dijumpai di RSUD Serang kemarin mengungkapkan, kelimanya merupakan pedagang pakaian yang biasa berjualan di Pasar Fajar Bulan, Lampung Barat. “Hari ini juga akan kami bawa pulang ke Lampung, tapi Welrisman akan dikirim lewat kargo ke Pakan Baru Riau, karena keluarganya disana,” ujar pria bernama Marcel yang mengaku sebagai keponakan salah seorang korban bernama Damrijal. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: