Dua Petinggi PT KS Kembali Diperiksa

Tersangka Mantan Dirut PT KS Diperiksa Bulan Ini

CILEGON – Lagi, dua petinggi PT Krakatau Steel (KS) yakni Tono Saputro dan Sutar Tarjulah diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon terkait dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan kendaraan dinas di lingkungan PT KS, Selasa (8/7) kemarin. Sementara, dua tersangka yakni mantan Dirut PT KS tahun 1998 -2003, Sutrisno dan Direktur PT Cilegon Raya Utama Motor (CRUM), Tedi Wijaya selaku pihak ketiga, bakal diperiksa pada bulan Juli ini.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cilegon, Lukmanul Hakim mengatakan, kepastian adanya tersangka baru belum bisa diketahui. Pasalnya, saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman dari keterangan sejumlah saksi yang sudah menjalankan pemeriksaan.

Kata dia, saksi bernama Tono Saputro diketahui pada saat proyek pengadaan kendaraan dinas sekitar tahun 2001 bergulir, ia duduk sebagai General Manager Umum dan Keamanan PT KS. Kini, Tono masih aktif fi PT KS dan menjabat sebagai Kasubdit Umum. Kemarin, ia diperiksa diruang Kasubsi Prodsarin Kejari Cilegon dan dihadapi oleh Jaksa bernama Zubir Longso.
   
Sementara Sutar Tarjulah diperiksa di ruangan berbeda, dulu ia duduk sebagai Kadiv SDM dan Umum. Saat ini ia juga masih aktif di PT KS sebagai Direktorat SDM dan Umum. Sutar diperiksa di ruangan Lukman (Kasi Pidsus) dan dihadapi oleh dirinya sendiri.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi saja, saksi yang sudah kami mintai keterangan sudah belasan orang termasuk dari kalangan pihak ketiga (rekanan PT KS). Dipastikan ada tersangka lainnya, tapi sampai saat ini masih dalam pendalaman, adapun kedua tersangka akan kami periksa dan sudah dijadwalkan dalam waktu dekat ini atau bulan ini juga,” terangnya kepada wartawan diruangnya kemarin.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, PT KS melaksanakan proyek sewa-menyewa kendaraan operasional untuk digunakan sejumlah pejabat di perusahaan BUMN terbesar itu. Nilai proyek mencapai Rp 40 miliar. Jumlah kendaraan sebanyak 102 unit terbagi dalam 78 unit Toyota Soluna, dan 24 unit Honda Accord. Namun dalam prakteknya, kendaraan tersebut beralih fungsi menjadi jual beli.
   
Ironisnya, kendaraan-kendaraan tersebut tidak atas nama PT KS, melainkan kepemilikannya berada di oknum tertentu. Bahkan diketahui, sejumlah kendaraan sudah beralih tangan. Dan sebagian masih digunakan oleh para petinggi PT KS.

Sementara itu, ditemui ketika hendak istarahat dan meninggalkan kantor kejari tepatnya pukul 12.00, saksi bernama Tono Saputro tidak berkomentar banyak terkait proses pemeriksaan terhadapnya. Kepada wartawan, Tono hanya menyatakan, semuanya sudah ditangani oleh Kejari.

“Silahkan anda semuanya tanyakan saja kepada Kejari, saya hanya dimintai keterangan saja,” tukasnya sambil meninggalkan Kantor Kejari dengan menggunakan mobil bermerek Avanza didampingi rekan sepropesi dan penasehat hukumnya. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: