Disperindag Layangkan Tegur ke PD BGD

CILEGON, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Kusnadi Wijaya menegaskan, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada PD Banten Global Development (BGD) selaku pengelola program konversi minyak tanah ke gas di Wilayah Banten. Hal ini menyusul adanya berbagai keluhan masyarakat kepada aparat pemerintah kelurahan, kecamatan serta instansi pemerintahan Kota Cilegon yang dimaksud, terkait persoalan pembagian kompor dan gas 3 kg yang hingga ini belum terserap secara maksimal.

 “Ironisnya kita selaku aparat pemerintah dari instansi terkait yang menjadi sasaran keluhan masyarakat, padahal kami sendiri tidak pernah dilibatkan oleh BUMD Provinsi Banten itu, dari awal hingga pembagian. Untuk itu, beberapa waktu lalu kami sempat layangkan surat teguran kepada PD BGD yang isinya berbunyi agar bertanggung jawab dan cepat mendistribusikan kompor dan gas tersebut kepada masyarakat yang layak mendapatkannya,” tegasnya kemarin.

Adapun sejumlah keluhan masyarakat itu diantaranya, warga yang belum mendapat kompor gas mendesak kepada aparat kelurahan agar segera membagikannya. Selain itu, akibatnya muncul sebuah dugaan yang dilontarkan masyarakat kepada pihak kelurahan bahwa ada dugaan penyimpangan atau penimbunan. Situasi seperti itu, menurut Kusnadi, sudah tidak wajar jika aparat pemerintah yang menjadi korbannya.
Bahkan, ketika ditanya berapa jumlah warga yang sudah dan belum mendapatkan kompor gas 3 kg, Kusnadi tidak bisa menjelaskannya. “Jangankan jumlah penerima dan belum menerima, wong pendistribusiannya saja kami tidak tahu kapan waktunya,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Cilegon, Edi Suhadi. Ia menyatakan, persoalan konversi gas bukan persoalan pemerintah daerah Kota Cilegon, melainkan permasalahan PD BGD. “Jadi kami hanya menghimbau kepada masyarakat, ketika ada permasalah terkait konversi, maka dipersilahkan menanyakan langsung kepada PD BGD,” katanya. 
Sebelumnya sempat diberitakan, ratusan warga Kampung Lijajar, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan mendatangi kantor kelurahan setempat. Meraka menggelar aksi demonstrasi menuntut pembagian kompor gas. Pada waktu itu, warga sempat mengungkapkan bahwa pihak kelurahan sudah tidak berlaku adil, dimana warga yang belum mendapat kompor itu, hingga saat ini belum juga kebagian. Sehingga timbul sebuah opini masyarakat yang menyatakan, adanya dugaan penyimpangan oleh pihak kelurahan.

Namun, hal itu langsung dibantah keras Lurah Banjarnegera, H Junaedi. Ia menyatakan, bahwa dirinya sendiri tidak mengetahui soal pembagian kompor gas tersebut. Hal itu disampaikan kepada masyarakat yang menggelar demo. “Saya tidak tahu menahu masalah pembagian kompor gas, karena ditangani langsung oleh PD BGD, jadi saya yang menjadi korban terhadap aksi masyarakat tersebut,” ungkapnya kepada Tangerang Tribun beberapa waktu lalu. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: