Badan Perpustakaan Dan Arda Banten Lakukan Pungutan Komisi Kegiatan 20-40 Persen

SERANG – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Arda) Provinsi Banten melegalkan pungutan fee atau komisi dalam setiap kegiatan proyek baik fisik maupun non fisik dengan kisaran 20 sampai 40 persen. Selain itu, Perpustakaan dan Arda, dalam menentukan pelaksanaan proyek itu tidak melalui tender namun langsung penunjukan. Berdasarkan hasil notulensi rapat pimpinan pada Perpustakaan dan Arda tentang teknis pengelolaan anggaran tahun 2008 pada awal Bulan Juni, dengan dihadiri pejabat Perpustakaan dan Arda dari eselon II, III, IV ditambah Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), Panitia Pelaksana Tekhnik Kegiatan (PPTK) serta pengelola keuangan memutuskan 3 arahan dan kesepakatan.

Rapat yang berlangsung alot itu, secara khusus membahas dan menyepakati tekhnis pengelolaan anggaran tahun 2008 yang secara kumulatif sebesar Rp 12,374.992.602 yang terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung. Ada 3 pokok arahan dalam rapat tersebut diantaranya, masing-maisng pejabat structural harus melaksanakan rentang kendali tudah dengan baik.Arahan kedua, kebijakan yang terkait dengan pengelolaan anggaran perjalanan dan penunjukan pihak ke III atau vendor dikonsultasikan dengan pimpinan. Dan arahan terakhir, pertanggungjawaban dan komunikasi serta kesepakatan dengan pihak lain harus rapih dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, terdapat juga kesepakatan diantaranya adalah fee atau komisi uintuk pelaksanaan kegiatan non fisik berkisar 20 sampai 30 persen, sementara untuk kegiatan fisik fee yang diminta oleh PPK dan PPTK sebesar 40 persen atau hampir separuhnya dari nilai proyek. Untuk besaran komisi 40 persen itu khusus untuk jaringan informasi kearsipan provinsi atau JIKP karena kegiatan tersebut adalah honor tim, sedangkan sistem dan jaringan sudah ada sewaktu Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) dan Arda belum tergabung dengan perpustakaan atau masih menggunakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) lama.

Pengumpulan commitment fee dilakuakn secara langsung, pada setiap pencairan kegiatan pada satu pintu di Sekretaris Badan. Sedangkan dari pihak ketiga diberikan setelah pencairan Bank Jabar kepada penanggungjawab kegiatan masing-masing.Perkiraan saving yang akan terkumpul adalah daru belanja langsung Rp 6,21 miliar dikali dengan rata-rata 30 persen dengan demikian berjumlah Rp 1,86 miliar dan diperuntukan kesejahteraan hari raya atau pengelolaan kegiatan, para pimpinan di Setda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda), Inspektorat, DPRD Banten komisi mitra kerja, aparat hukum seperti dari Polda dan Kejati Banten, penanggulangan kekurangan biaya MTQ Nasional XXII yang baru saja diselenaggaran dari tanggal 17 sampai 24 Juni lalu.

Sementara itu Kepala Badan Perpustakaan dan Arda Provinsi Banten, Sudiyati membantah adanya commitment fee untuk semua kegiatan fisik maupun non fisik tidak dan disetorkan kepada pimpinan. “Tidak ada dan tidak benar Pak, kalau setiap kegiatan sampai ada fee sampai 40 persen untuk fisik. Kalau ada fee sebesar itu bentuk kegiatannya seperti apa,” ujar dia.

Sudiyati yang mengaku tengah berada di luar kota ini mengungkapkan, semua pelaksanaan anggaran di SKPD, Perpustakaan dan Arda Banten, dilakukan sesuai dengan ketentuan, apalagi sampai ada alokasi dana saving sebesar Rp 1,86 miliar yang diperuntukan ke beberapa lembaga atau personal. “Tidak ada itu alokasi untuk para pimpinan di Setda, Bapedda, Inspektorat, DPRD Banten, penegak hukum, dan penanggulangan dana MTQN,” kata Sudiyati seraya menutup telponnya. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: