Warga Sipil Dikepruk Anggota Intel Korem

CILEGON – Aksi kekerasan oknum aparat TNI terhadap warga sipil terjadi di Merak, Cilegon Banten, Senin pagi (14/7). Akibatnya, Bahrudin (57) warga Kampung Sukajadi Rt 02/02, Kel Mekarsari, Pulomerak Cilegon, kini menjalani perawatan intensif di RS Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Korban mendapat jahitan akibat menderita luka robek pada beberapa bagian di kepalanya, serta patah tulang hidung.

Ditemui diruang perawatan di RSKM Cilegon, Senin siang (14/7), korban Bahrudin didampingi istri dan tiga orang anak-anaknya, menuturkan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Bahrudin hendak beranjak pulang dengan mengendarai mobil Honda Accord warna hijau metalik nopol B 2985 UB.

Selanjutnya, ketika mobil korban hendak melewati lintasan kereta api di Kampung Sukajaya atau lahan eks Sangkanila yang berada persis didepan Bintang Bilyard Merak, secara tidak sengaja mobil korban menyerempet sepeda motor milik pelaku yang diparkir di sisi jalan.

Menyadari mobilnya sudah menyerempet, korban lalu menghentikan laju mobilnya dan turun.”Maksud saya turun dari mobil untuk menanyakan apa yang rusak. Selanjutnya akan saya pertanggungjawabkan untuk perbaikan. Tapi sayang, ketika saya menundukkan untuk memeriksa kerusakan, tiba-tiba saya langsung dihadiahi pukulan oleh pelaku,”ujar korban.

Dikatakan pengusaha bagian penyelaman ini, akibat tidak terima dengan pukulan pertama yang mendarat di pelipis kirinya, korban lalu memberikan perlawanan, dengan balas memukul pelipis kanan pelaku.”Pada saat saya membalas memukul pelaku, dari arah belakang, teman pelaku muncul dan memukul saya menggunakan botol. Selanjutnya, saya jatuh dan ditolong warga setempat,”terang korban seraya menunjukkan sejumlah luka robek dikepalanya.

“Pelaku dan seorang temannya, saat itu sedang duduk santai disalah satu warung yang berada disisi rel kereta api. Sementara didepan, dimana keduanya duduk, saya melihat ada beberapa botol minuman keras, diantaranya bir dan anggur,”terangnya.

Masih menurut korban asli kelahiran Pinrang, Sulawei Selatan itu, beruntung pelaku setelah melakukan pemukulan langsung meninggalkan lokasi kejadian bersama temannya menggunakan sepeda motor milik pelaku, sehingga kejadian atau amuk massa tidak terjadi dan pelaku selamat.

“Pada saat saya dikeroyok, warga berdatangan dan saya diselamatkan oleh Pak Ogan warga setempat. Selanjutnya, mungkin untuk menghindari aksi amuk massa, pelaku yang pertama kali melakukan pemukulan terhadap saya berteriak dan mengaku anggota Intel TNI, lalu tancap gas menggunakan sepeda motornya. Beberapa aparat dari DEN POM Serang, Polsek Merak dan anggota Kodim 0623 Cilegon, sudah datang dan minta keterangan dari saya,”ujar korban.

Sehubungan dengan kasus pemukulan warga sipil oleh oknum anggota TNI tersebut, Dandim 0623 Cilegon, Letkol Djoko Andoko, ketika dihubungi via telepon selulernya, Senin sore (14/7) belum bisa memastikan. Menurutnya, sehubungan informasi itu, pihaknya perlu melakukan penyelidikan untuk kepastiannya.

“Saat ini anggota kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data-data dari lapangan, terutama dari korban di RSKM Cilegon. Jika benar pelaku pemukulan adalah oknum anggota TNI, akan kami tindak lanjuti dan melaporkan kepada kesatuannya. Warga masyarakat tidak perlu khawatir. Jika benar pelaku adalah oknum TNI, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”tegas Dandim 0623 Cilegon. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: