HSE (Health, Safety & Environment)

Konsultasi mengenai HSE ini di “asuh” oleh Bp. Addin Bachtiar, seorang HSE profesional yang sekarang bekerja di bidang HSE di sebuah perusahaan milik pemerintah RI dan aktif sebagai  pemateri training/pelatihan mengenai HSE di berbagai daerah baik untuk in house training maupun public training.

Untuk konsultasi mengenai HSE atau seputar permasalahan HSE, anda bisa bertanya langsung kepada Bp. Addin Bachtiar dengan meninggalkan pesan di comment di bawah ini.

3 Responses

  1. Ass…wr..wb

    Pengasuh rubrik HSE yang saya kagumi, ada pertanyaan yang barangkali bapak bisa terangkan….Bagaimana caramengelola limbah rumah sakit, seperti yang kita ketahui kan limbahnya terdiri dari B3, Biologis dan gas. mohon pencerahannya….pa.!
    Terimakasih

    wasss

  2. wass wr wb

    Limbah cair rumah sakit mempunyai COD sekitar 400 – 700 ppm. Besarnay WWT sebuah rumah sakit tergantung dari jumlah bed yang di siapkan oleh rumah sakit tsb. Biasanya limbah cair yang di hasilkan sekiatr 0.5 – 1.0 m3/day/bed.

    Untuk penanganan limbah cair di gunakan step proses sbb;

    1. Physical treatment. Di pasang bar screen dan communitor di bagian depan WWT system untuk memisahkan padatan yang ada. Juga di pasang oil & grease trapped untuk memisahkan kandungan minyak yang berasal dari dapur.

    2. Chemical treatment seperti neutralisasi. Ada limbah cair yang berasal dari laboratories yang kadang mempunyai pH yang tidak neutral –> maka di lakukan neutralisasi. Selama ini floculant coagulant agak jarang di pergunakan di WWT rumah sakit.

    3. Biological treatment. Ada beberapa type yang ada di pasaran, namun secara umum di buat extended aeration. Ada juga type RBC atau Biodetox. Menghitung volume aeration basin berdasarkan F/M ratio yang ada. Food adalah COD BOD load / hari di bandingkan jumlah microogranism yang akan di kembangkan. Untuk type extended aeration di siapkan F/M ratio antara 0.05 – 0.2 kg food/ day / kg microorganism

    4. Limbah cair yang keluar dari biological treatment di alirkan ke sedimentasi. Di sinilah di pisahkan antara padatan dengan cairan. Padatang di buang ke sludge storage tank yang di design cukup untuk menampung selama 6 bulan. Limbah cair yang sudah di oleh di buang ke lingkungan. Di lakukan analisa COD, BOD, pH, temp, Total bacteria collie untuk hal tsb.

    5. Untuk limbah B3 (termasuk jarum suntik), di bakar di incinerator. Jika rumah sakit tidak mau invest incinerator, bisa bekerja sama dengan rumah sakit yang lebih besar yang sudah mempunyai incinerator.

    Semoga membantu, jika ada yang kurang jelas silahkan call ke saya

    dwi handoyo (Tek Kim UNTIRTA 1993)
    dwihandaya@gmail.com
    bck2726@yahoo.co.id
    mobile 0881.168.1974
    wwt_ipal@yahoogroups.com
    http://www.wastewatertreatment.tk

  3. Dear Bpk Addin Bachtiar,

    Selamat siang,

    Kami adalah pabrik yang menggunakan produk LEM FOX (untuk plamur & kayu) – Lem orange PVAc netto 800 g.
    Beberapa bulan lalu saya mencari info MSDSnya ke suplier , toko & pabriknya langsung tetapi tidak berhasil mendapatkannya.
    maaf pak, di pabrik kami penggunaannya sedikit dan belinya eceran di toko bangunan, jadi setiap saya minta MSDSnya mereka tidak tahu & jika tidak beli partai besar tidak di kasih.
    Jika bapak punya MSDSnya tolong difaxkan ke saya :
    0274-4435172 a/n Budi Syahrul- PT. Lezax
    Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih

    Sekian
    Hormat kami;

    Budi Syahrul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: