Warga dan Aparat Tertibkan PSK di Merak

CILEGON, Nampaknya kesabaran masyarakat sudah habis terhadap keberadaan sekumpulan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wilayah Merak. Para PSK yang sudah meresahkan warga Kecamatan Pulo Merak itu, kini tidak diberikan kesempatan mangkal disebuah warung remang-remang.

Masyarakat bekerjasama dengan aparat kepolisian sektor (Polsek), petugas Tramtib Kecamatan Pulo Merak, Satpol PP Cilegon dan ormas seperti Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), akan melakukan operasi simpatik selama satu bulan penuh. Adapun operasi tersebut sudah dilakukan sejak Sabtu malam (19/7) lalu.

Ketua MDI Pulo Merak, Drs Muslih menegaskan, keberadaan PSK memang sudah meresahkan masyarakat. Pasalnya, khawatir penyakit dan sampah masyarakat itu merasuki para generasi penerus. “Oleh karena itu, mari kira bersama-sama mengusir PSK yang marak di Merak ini. Jangan sampai anak cucu kita tertular penyakit tersebut,” tegasnya saat melakukan pertemuan dengan sejumah elemen masyarakat di sebuah Masjid Alhidayah di Kampung Sukasari, Kelurahan Mekar Sari, Merak, Clegon.

Kasi Tramtib Kecamatan Pulo Merak, Ali Fadni menegaskan, kegiatan kali ini adalah tindakan mengusir para PSK yang kerap mangkal di sejumlah Warem. Menurutnya, razia maupun operasi yang sempat menyeret para PSK ke Meja hijau yang di vonis tindak pidana ringan (Tipiring), tidak membuat sampah masyarakat itu jera. Setelah itu, mereka tetap melakukan tindakan serupa.

“Jadi ketika razia dan memberikan tipiring kepada PSK bisa dibilang percuma saja, Maka dari itu, ini saatnya kita bersama masyarakat benar-benar melakukan tindakan tegas dengan cara terus menerus melakukan razia selama satu bulan, sampai para PSK benar-benar pergi dari daerah ini,” tegasnya.

Sedikitnya terdapat 24 lokasi warem di Merak. Puluhan warem tersebut, selain selalu menyajikan miras dan makanan, juga menyediakan kupu-kupu malam yang nantinya dibawa oleh para pelanggannya ke suatu tempat hiburan atau tempat prostitusi lainnya. Kata Ali, dalam operasi tidak dilakukan secara rahasia, melainkan terang-terangnya.
 “Secara tidak langsung, para PSK yang mengetahui operasi ini, pastinya meninggalkan wilayah Merak. Karena setiap operasi kami terlebih dulu mendatangi rumah RT dan RW serta pemilik Warem tersebut,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, operasi yang dilakukan di 24 warem tersebut, memang tidak ditemukan para PSK yang masih mangkal. Kemudian, petugas menyisir rumah-rumah kontrakan (Kost) di Kampung Sukasari, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulo Merak. Alasan operasi di daerah tersebut, karena merupakan kawasan penghuni PSK.

Dalam razia, petugas meminta warga yang nge-kost itu menunjukan kartu indentitas (KTP). Mereka yang tidak memiliki KTP setempat, didata oleh petugas Kecamatan dan diminta untuk mendatangi kantor Kecamatan (wajib lapor).

Sementara di salah satu tempat hiburan diskotek dan karaoke Merpati, petugas memeriksa sejumlah PSK yang hendak masuk ke lokasi tempat hiburan tersebut. Seperti biasa, petugas memeriksa identitas mereka. Rata-rata mereka memperlihatkan kartu identitasnya. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: