Keterangan Saksi Menguatkan Dugaan Korupsi PT KS

  • CILEGON, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Ali Mukartono menyatakan, akan melakukan percepatan penuntasan kasus dugaan korupsi di tubuh PT Krakatau Steel (KS). Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara atas dugaan kasus proyek pengadaan ratusan kendaraan dinas Pabrik Baja terbesar itu, keterangan sejumlah saksi menguatkan dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan anggaran negara puluhan miliar.

 “Memang laporan yang sudah saya terima dari tim penyidik, bahwa keterangan para saksi sudah menguatkan dugaan korupsi pada proyek pengadaan kendaraan dinas tahun 2000 silam. Selain dua tersangka, dipastikan masih ada tersangka lainnya, tapi masih kami evaluasi,” tegasnya, Senin (21/7) kemarin.

Saat ini, kata dia, sedikitnya 15 orang saksi yang dimintai keterangan terkait proyek pengadaan kendaraan operasional dengan modus sewa-menyewa itu. Mereka diantaranya, sebelas orang dari pihak internal PT KS dan empat dari pihak ketiga. “Kalau dari pihak internal PT KS sebagian masih ada aktif dan sudah pensiun,” katanya. 

Terkait rencana pemeriksaan kedua tersangka yakni, mantan Direktur Utama PT KS, Sutrisno dan Dirut CRUM Tedi Wijaya, menurutnya, bakal segera diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi. “Surat panggilan sudah kita layangkan kepada yang bersangkutan, dan saya harap mereka bisa datang, tapi kalau untuk waktunya saya kurang tahu, mungkin dalam minggu ini,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pemeriksaan kedua tersangka bakal dilakukan pada hari Rabu (23/7) nanti. Kedua tersangka tersebut, akan menjalankan pemeriksaan dengan waktu yang sama, hanya saja berbeda ruangan.   Ketika ditanya soal kapan kasus itu segera disidangkan, Kajari menolak untuk mengatakan dengan gamblang. Ali hanya mengatakan bahwa Kejari akan berupaya secepatnya kasus itu dimejahijaukan, namun soal target dia tidak mau gegabah.

“Kita tidak bisa buat target, tapi ktia upayakan percepatan penuntasan kasus. Kita butuh banyak waktu karena banyak hal yang harus ditempuh. Salah satunya berkoordinasi dengan BPKP di Jakarta untuk menentukan berapa nilai kerugian negara,” tukasnya.  Secara terpisah, Manager Humas PT KS, Huud Sholeh ketika dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini PT KS tetap kooperatif dalam menyikapi dugaan kasus yang saat ini sedang ditangani kejari. Bahkan, Huud menyatakan bahwa, PT KS akan memberikan ruang sebesar-besarnya kepada Kejari. “Kita akan kooperatif saja lah, jadi tidak ada unsur berpihak kemana-kemana,” ujarnya.

Ditambahkan Huud, saat ini PT KS hanya bisa memberikan bantuan hukum kepada mantan dan karyawan PT KS yang menjalankan pemeriksaan. Lanjutnya, PT KS punya satu lembaga hukum yang sudah pasti sudah memikirkan hal tersebut. Diberitakan sebelumnya, dua tersangka kasus korupsi proyek pengadaan mobil dinas di tubuh PT Krakatau Steel (KS) bakal diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, pekan ini. Dugaan kasus tindak pidana korupsi di Pabrik Baja terbesar ini, menyeret mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS), Sutrisno dan Direktur PT Cilegon Raya Utama Motor (CRUM) selaku pihak ketiga menjadi tersangka utamanya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cilegon telah memeriksan sedikitnya 15 orang saksi dari internal PT KS. Selain itu, beberapa saksi yang diperiksa berasal dari pihak ketiga. Dipastikan, masih ada beberapa tersangka lainnya yang bakal ditetapkan pada kasus mark up dan korupsi proyek pengadaan sewa menyewa ratusan kendaraan dinas PT KS tahun 2000 silam. (Irw)

Kronologis Proyek pengadaan Kendaraan Dinas PT KS:

  1. Direktorat Logistik mengadakan perencanaan untuk menyediakan kendaraan operasional bagi Kepala Divisi dan Kasubdit direksi PT KS di Cilegon.
  2. Bagian SDM PT KS melakukan inventarisir untuk menentukan kebutuhan kendaraan dinas tersebut.
  3. Pada Saat itu, PT KS membutuhkan 102 unit kendaraan dinas.
  4. Rencana belanja kendaraan dinas diajukan kepada bidang perencanaan PT KS
  5. Kemudian terbentuk panitia lelang.
  6. Muncul tiga perusaaan yang mendaftarkan yakni, PT Cilegon Raya Utama Motor (CRUM), PT Purna Sentana Baja (PSB) dan PT Prinkokas.
  7. Dalam pelaksaannya, hanya PT CRUM dan PT PSB yang mengadakan kendaraan dinas tersebut tanpa kejelasan proses lelang.
  8. Dalam kontrak antara pihak ketiga dengan PT KS, menyebutkan sewa menyewa kendaraan sebanyak 50 unit mobil merek Toyota Soluna dan 28 unit Honda Accord oleh PT PSB. Sedangkan PT CRUM hanya mengadakan sebanyak 28 unit Mobil mereka Toyota Soluna.
  9. Sementara, kontrak sewa menyewa kendaraan dinas itu beralih fungsi menjadi pembelian oleh pihak ketiga dengan harga dua kali lipat dari harga pasaran. Padahal, anggaran proyek tersebut dari anggaran belanja PT KS.
  10. harga pasaran Toyota Soluna Rp 102 juta dan Honda Accord sekitar Rp 200 juta lebih.

2 Responses

  1. mbak/mas hehehe… blognya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
    http://www.kumpulblogger.com sekarang wordpress juga bisa bergabung , dulu hanya blogger

  2. bagus dan selamt anda sangat peduli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: