Ketua Jurusan Teknik Kimia Ikut Terjun Langsung pada KKM 2008

Dilakasanakannya kembali Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UNTIRTA untuk tahun 2008 yang dimulai pada tanggal 7 Juli sampai 7 Agustus 2008 ternyata membewa banyak cerita menarik. Hal ini disebabkan diantaranya karena pada tahun ini untuk pertama kalinya Fakultas Teknik ikut serta dalam agenda tahunan Universitas tersebut. Memang pada tahun 2007 sebagian jurusan di Fakultas Teknik sudah ada yang melaksanakan KKM, tapi itu hanya merupakan kebijakan bebrapa jurusan dan mahasiswa yang mengikutinya dibebaskan memilih antara KKM atau mengikuti mata kuliah yang merupakan konversi nilai dari KKM.

KKM 2008 untuk mahasiswa teknik masih dilaksanakan secara global, artinya mahasiswa teknik digabungkan dengan Fakultas-fakultas lainnya dalam satu kelompok KKM yang akan “mengabdi” pada salah satu desa di Kabupaten dan Kota Serang selama satu bulan. Hal ini ditujukan agar nantinya ada transfer wawasan dan pengetahuan antara berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan masalah ang ada di desa tersebut, selain adanay saling melengkapi antara masing-masing fakultas.

Ibu Eka Sari, ST., MT selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia ketika diwawancara mengatakan: “Diharapkan kedepannya adanya KKM TEmatik Khusus Fakultas TEknik yang terpisah dari fakultas lainnya, sehingga mahasiswa teknik bisa lebih kreatif dalam pelaksanaan program kerja KKM, diantaranya penerapan TEknologi sederhana dan tepat guna. Lagipula, UNTIRTA sudah cukup dikenal untuk daerah Banten.” Bu Eka menambahkan “Banyak sekali teknologi sederhana yang bisa dikembangkan di Daerah Banten berdasarkan potensi ang ada, seperti biogas, biomass dan lain-lain.”

Menanggapi pendapat mahasiswa tentang adanya KKM justru memberatkan mahasiswa teknik karena mahasiswa teknik juga diwajibkan melaksanakan Kerja PrakteK (KP) Industri, beliau menjelaskan sebaiknya masalah itu tidak dijadikan alasan mahasiswa untuk menolak KKM. “Tidak masalah, justru hal ini sangat baik untuk mengambangkan Propinsi Banten sebagai propinsi yang masih muda”. Justur dengan ikut sertanya mahasiswa teknik dalam KKM mendapat tanggapan positif dari masyarakat karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan penerapan teknologi-teknologi sederhana yang bisa meningkatkan kualitas hidup.

Ternyata dosen yang baru saja menyelesaikan study S-2 nya di Universitas Gadjah Mada ini tidak main-main dalam program KKM 2008 ini. Bahkan beliau ikut terlibat langsung dengan mahasiswa dan masyarakat dalam membantu penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi sederhana ini. Hal ini beliau lakukan di empat desa diantaranya Desa Pancur Taktakan, Desa masjid priyayi di kasemen, Desa LEbak Kapuh di Pontang. dan terakhir Bu Eka Melakukan penyuluhan hari Sabtu (26/07). “Kita melakukan penyuluhan, seperti kuliah dan tema yang dibahas adalah tentang penggunaan serta pembuatan Biomass. Saya sendiri tidak sempat melakukan praktek di tempat karena waktunya tidak cukup, tapi ga tau kalau mahasiswanya.” Ungkap Bu Eka. Dan kedepannya, semoga program ini tidak berhenti hanya pada saat KKM saja, tapi bisa dilanjutkan mungkin saja seperti desa binaan. “Masayrakat sangat senang sekali dengan kahadiran kelompok KKM disini, karena sebelumnya pernah ada dinas terkait yang memberikan penyuluhan tentang pembuatan kompos, tapi tidak rutin” tambahnya lagi.

Alumni Universitas Sriwijaya ini juga berencana untuk melakkan praktek pembuatan biomass dari material yang ada di desa-desa tersebut, dan jika nantinya berhasil beliau akan kembali lagi ke desa teresebut untuk penyuluhan lebih lanjut. “Ini semua tentu butuh dukunngan dari berbagai pihak, bisa LPPM ataupun indistri”. Dan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membuat proposal yang akan diajukan ke LPPM UNTIRTA dan Industri. BEliau juga akan melanjutkan penelitian sampai desain kompor dari biomass tersebut, sehingga nantinya masayrakat bisa memjadikan itu sebagai sebuah UKM. (RK)

One Response

  1. Assalamu’alikum wr.wb

    saya meluruskan pemberitaan diatas. Untuk Penyuluhan yang dilakukan itu bukan Pembuatan Biomassa tetapi Pemanfaatan Biomassa seperti jerami dan sekam padi untuk bahan baku pembuat Biobriket atau Biorang sebagai Bahan bakar alternatif”

    dan untuk KKM tidak harus terpisah, tetapi mhs teknik Kimia harus lebih fokus untuk penerapan ilmu teknik kimianya untuk program KKM nya.

    trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: