Pemeriksaan Dua Tersangka Kasus PT KS Molor

CILEGON, Rencana pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan Mark Up proyek pengadaan ratusan kendaraan dinas PT Krakatau Steel (KS) tidak terlaksana pada bulan Juli ini. Padahal sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon sempat menyatakan bahwa (kedua tersangka) Mantan Direktur PT KS, Sutrisno dan Direktur PT Cilegon Raya Utama Motor  (CRUM) selaku pihak ketiga akan segera diperiksa sebagai saksi terlebih dulu.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cilegon, Lukmanul Hakim mengatakan, saat ini tim penyidik masih memeriksa beberapa saksi tambahan. Sehingga belum menjadwalkan pemanggilan kedua tersangka tersebut. “Kita masih melakukan pemeriksaan saksi, kedua tersangka belum kita jadwalkan pemeriksaannya. Memang sebelumnya akan kami periksa dibulan ini, tapi kami masih harus mengumpulkan keterangan saksi,” timpalnya.

Menurut Lukman yang juga menjabat Ketua tim penyidik menyatakan, pemanggilan untuk pemeriksaan kedua tersangka kemungkinan akan dilakukan pada bulan Agustus. Namun sayangnya, ia tidak menyebutkan kapan periksaan tersebut dilakukan. “Sekitar bulan Agustus, jika tidak ada halangan kedua tersangka akan diperiksa. Dan pastinya harus kami periksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon, Ali Mukartono sudah menetapkan Sutrisno dan Teddy Wijaya sebagai tersangka, berdasarkan Surat Perintah (Sprint) Kejari Cilegon Nomor: 03/06/Fdi/06/2008 dan Sprint Kejari: 04/06/Fdi/06/2008, tentang Surat Perintah Penyidikan, tanggal 16 Juni 2008.
Keterangan yang berhasil dihimpun, bahwa surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada kedua tersangka. Bahkan, rencananya dalam pertengahan bulan Juli yang bersangkutan akan diperiksa, namun hal itu tidak terlaksana. Lalu, informasi kembali diterima, bahwa pada hari Kamis hari ini (31/7) pemeriksaan tersangka akan dilakukan. Tapi hal itu dibantah oleh Tim penyidik maupun Kajari, Ai Mukartono.

Ketika ditanya soal kapan kedua tersangka akan diperiksa, Ali mengatakan, belum ada laporan dari tim penyidik. Ia mengaku, belum pernah menandatangi surat pemanggilan kedua tersangka yang disuguhkan oleh tim penyidik.
 “Kok wartawan dulu yang tahu, wong saya saja belum pernah menandatangi surat pemanggilan dua tersangka itu. Dan tim penyidik belum memberikan laporannya. Jadi saya serahkan dulu saja kepada tim penyidik, nanti kalau tim sudah selesai, kedua tersangka pasti kami periksa dan saya akan menandatangi surat pemanggilannya,” tandasnya. 

Sekedar informasi, dugaan kasus korupsi di tubuh BUMN terbesar itu, terjadi antara tahun 2000-2001 silam. Dimana, PT KS melaksanakan proyek sewa-menyewa kendaraan operasional untuk digunakan sejumlah pejabat sertingkat kepala Divisi dan Kasubdit di Perusahaan Baja itu. Nilai kontraknya kurang lebih Rp 40 miliar. Jumlah kendaraan sebanyak 102 unit terbagi dari 78 unit Toyota Soluna, dan 24 unit Honda Accord.
Kemudian, ditetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut pasca pemeriksaan selama enam bulan terhadap puluhan saksi. Lalu, ditemukan kejanggalan pada dokumen administrasi. Dalam kasus tersebut, dipastikan masih ada beberapa orang yang bakal dijadikan tersangka. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: