808 Guru Bantu Sekolah Di Banten Lebih 4 Bulan Tak Terima Gaji

SERANG – Sebanyak 808 Guru Bantu Sekolah (GBS) di Provinsi Banten belum menerima gaji selama empat bulan. Para guru ini tidak menerima gaji, sejak bulan April 2008 hingga bulan Juli lalu.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia (FKGBI) Banten, Ujang Jaelani, alasan Lembaga Pengkajian Mutu Pendidikan (LPMP) Banten, keterlambatan pembayaran gaji itu terjadi karena adanya perubahan anggaran dari Departemen Pendidikan Nasional beralih menjadi Departeman Keuangan.

“Kalau sampai tanggal 5 bulan ini GBS belum menerima gaji, berarti sudah lima bulan tidak gajian,” kata Ujang kemarin dihadapan sejumlah wartawan.

Diungkapkan oleh dia, walaupun para GBS telah berulangkali mempertanyakan masalah tersebut kepada Dinas Pendidikan maupun ke LPMP. Namun, jawabannya tetap saja karena masih ada perubahan penggajian yang saat ini sedang melakukan tahapan verifikasi.

“Kami pernah pertanyakan hal ini sebanyak dua kali, tapi alasannya yang diberikan selalu sama, mereka selalu mengatakan bahwa LPMP tengah memverifikasi data para GBS,” jelasnya.

Ujang juga mengatakan, tak hanya para GBS, sekitar 3.000 CPNS juga bernasib sama, para CPNS ini mempertanyakan gajinya selama satu bulan yang dianggap hilang. Sebab, para CPNS itu menerima gaji terakhir sebagai GBS pada bulan Maret, sedangkan para CPNS itu baru menerima gaji pada bulan Mei sesuai turunnya Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) pada tanggal 28 Mei lalu.

“Kalau dihitung, dari bulan April para CPNS itu tidak menerima gaji, bahkan saat ditanya ke LPMP mereka tidak tahu tentang itu, ini kan aneh,” jelasnya.

Salah seorang GBS SMP Negeri 19 Kota Serang, Nasrullah mengeluh karena tidak menerima gaji. Dia juga mengaku, sudah berusaha menayakan kepada Dinas Pendidikan dan Kantor Pos selaku kantor pembayaran, tapi tak pernah mendapat jawaban. “Saya sendiri bingung. Mereka bilang semuanya tidak tahu, dan tidak ada kepastian pembayarannya,” ujarnya.

Bahkan katanya, guru yang hanya menerima honor sebesar Rp 710 ribu ini juga mengaku merasa kesulitan melaksanakan tugas-tugasnya akibat belum turunnya gaji. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami selalu meminjam uang kepada teman yang punya uang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko Endang Koswara mengatakan, persoalan penggajian itu kewenangan LPMP Provinsi Banten. Tetapi, dia mengaku telah borkoordinasi dengan LPMP. “Kami sudah ketemu dengan kepala LPMP dan mengaku gaji para GBS itu sudah bisa dicairkan dalam waktu satu dua hari kedepan,”katanya.

Adanya keterlambatan itu menurut dia, karena adanya pendataan ulang untuk verifikasi 808 GBS se-Banten. Sedangkan untuk gaji CPNS satu bulan yang dipertanyakan itu akan diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota. “persolan Ini sudah menjadi perhatian LPMP, bahkan LPMP juga telah menjamin akan secepatnya mencairkan gaji untuk para guru tersebut,” jelas Eko. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: