Privatisasi PT KS melalui SS Kental politik

IPO Akan Listing Bulan November
CILEGON – Privatisasi PT Krakatau Steel (KS) melalui penawaran saham perdana Initial Public Offering (IPO) akan listing pada bulan November nanti. Pemaparan hasil pembahasan tersebut akan diketahui setelah adanya persetujuan dari anggota DPR RI.

Menurut, Manager SDM Umum PT KS Dadang Danusiri, masyarakat dan kalangan pemerintah bersiap untuk membeli 30 persen saham pabrik baja di Cilegon.”IPO sudah dijadwalkan dapat terealisasi pada bulan September, namun DPR RI belum memberikan persetujuan percepatan IPO tersebut. Akan tetapi kemungkinan, pada bulan November, IPO sudah listing,” kata Dadang Danusiri, kemarin.

Ditegaskan Dadang, percepatan Privatisasi PT KS adalah untuk meningkatkan produksi pabrik plat merah. Sementara ide melalui IPO lebih condong kepada peningkatan teknologi. “Jadi dana yang dihasilkan dari IPO, akan dialokasikan untuk teknologi, seperti pembelian alat baru. Sehingga target produksi baja sebanyak 5 juta ton pertahun pada tahun 2012 nanti dapat tercapai,” tegasnya.

Seperti diketahui, privatisasi melalui Strategic Sales (SS) maupun IPO adalah upaya peningkatan produksi baja, dimana kebutuhan baja di Indonesia dan dunia sangat tinggi.

Namun, penjualan aset dengan strategic sales atau dijual ke investor asing mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Pasalnya jika sudah jatuh ke tangan investor asing, dikhawatirkan kekayaan bangsa indonesia tidak dapat dirasakan oleh warga negara indonesia.
 
Saat ini, pembelian saham PT KS dengan pola strategic sales mengundang sejumlah perusahaan baja berskala internasional, seperti Arcelor Mittal, BlueScope, Tata Steel, Pohong Steel dan Essar Steel. Sementara ini, salah satu perusahaan asing yang nampak di Indonesia untuk membeli saham KS adalah Arcelor Mitaal.

Dimana perusahaan asal Negara India ini sudah melakukan pertemuan dengan kadin Banten dan kadin Indonesia serta Gubernur Banten. Dalam pertemuan tersebut, Mittal menawarkan investasi di Banten dengan mendirikan pabrik baja dan ingin menjalin kerja sama dalam Privatisasi PT KS melalui SS.

Namun, rencana Mittal yang akan membeli saham PT KS dengan cara Strategic Sales mendapat penolakan keras dari direksi PT KS. Meski demikian, KS sudah siap bersaing dengan mittal jika akan mendirikan pabrik baja baru di Banten.

Secara terpisah, Komisaris PT KS Taufikurohman Ruki mengatakan, privatisasi PT KS bermuatan politik. Pasalnya, kali kedua menjelang Pemilu PT KS digoncang dengan isu privatisasi. Seperti terjadi pada tahun 2004 lalu, kata dia, privatisasi PT KS sempat mencuat, namun itu tidak terealisasi.

“Sebenarnya dari dulu kita akan menjual sebagian saham PT KS, namun karena kental dengan politis, kami menolaknya. Dan sekarang menghadapi pemilu lagi-lagi PT KS kembali digoncang dengan isu privatisasi melalui Strategic sales. Tapi kita tolak, karena dari dulu untuk menghidari politis dan lebih mengedepankan transparansi, kami akan menjual saham PT KS dengan pola IPO,” ungkapnya. (yus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: