Mutasi Pejabat Belum Ada Kejelasan

Padahal Banyak Kursi Yang Kosong Karena Pensiun
CILEGON, Mutasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon hingga kini belum ada kejelasan. Ironisnya, booming mutasi yang sudah mencuat dari bulan April 2008 lalu, hingga bulan September yang kembali dikabarkan akan terjadi reshuffle (mutasi pejabat) besar-besarnya, namun tidak menandakan bakal adanya hal yang dimaksud.

Perlu diketahui, saat ini sudah banyak pejabat eselon II dan III di Setda Cilegon banyak yang pensiun. Itu artinya, banyak pula kursi yang kosong yang akhirnya berimbas pada kinerja di lingkungan Setda Kota Cilegon sendiri. Hal ini memang menjadi keluhan para staf dan pegawai di kantor-kantor yang belum memiliki atasan sesuai dengan bidang-bidang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cilegon, per 1 September 2008 kemarin, tercatat 40 orang PNS di Cilegon resmi tidak ngantor karena pension. Dari 40 orang yang pensiun itu, 26 PNS memang sudah memasuki batas waktu pensiun, 3 orang pensiun atas permintaan sendiri, dan 7 diantaranya pensiun karena meninggal.

“Dari 40 PNS yang pensiun ini semuanya sudah mendapat SK. Sementara untuk pensiun selanjutnya yang sudah mengajukan atas permintaan sendii maupun sudah batas waktunya pensiun masih dalam proses, seperti Pak Asda satu, Samsul Rizal, meski nyaleg tapi masih ngantor karena proses permintaan pensiunnya belum disetujui oleh Presiden,” Kata Yuli Yulianty, Kasubdit BKD Kota Cilegon kemarin.

Kondisi seperti itu ternyata mendapat perhatian dari berbagai pihak di lingkungan Setda Kota Cilegon. Salah seorang pejabat eselon III setingkat Kepala Bagian (Kabag) menyebutkan, beberapa kepala seksi dan kabag mulai Senin kemarin sudah resmi tidak masuk kantor karena pensiun.

“Sudah banyak yang pensiun. Tapi mutasinya belum dilakukan. Akhirnya banyak kursi yang kosong. Hasilnya pasti rangkap jabatan,” ujar pejabat tersebut.

Kondisi seperti itu, lanjutnya, tentu saja kurang efektif. Menurutnya, kalau hanya 2 atau 3 kursi yang kosong tidak terlalu bermasalah. “Kalau 5 sampai 10 jabatan yang kosong dan kemudian dirangkap gimana jadinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cilegon, Tatang Muftadi yang sempat bertemu dengan wartawan, menolak untuk dikonfirmasi. Usai turun dari kendaraan dinasnya tepat di halaman kantor BKD, Tatang bergegas meninggalkan wartawan dan menuju ke lantai dua. “Ntar saja yah,” kata Sekretaris Baperjakat Cilegon ini dengan nada terburu-buru.

Begitupun Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon selaku Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Cilegon, Edi Ariadi tak bisa dihubungi sama sekali. Orang yang paling berpengaruh dalam hal mutasi dan rotasi itu beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa mutasi dan rotasi bukan hal yang mudah. “Butuh waktu dan kita sedang mencari yang terbaik diantara yang terbaik untuk ditempatkan di tempat yang pas,” ungkapnya. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: