Jelang Lebaran, Pasokan Gas Mulai Dibatasi

CILEGON, Pasokan gas ukuran tabung 12 kilogram dari Pertamina untuk agen distribusi gas di Kota Cilegon sudah mulai dibatasi. Sayangnya, belum diketahui secara pasti penyebab pengurangan suplai gas tersebut. Padahal, permintaan tabung gas saat ini cukup tinggi bahkan menjelang lebaran ini.

Menurut Penanggungjawab Agen Distribusi Gas PT Bagus Cempaka Mulia (BCM) di Jombang, Kusnadi, pembatasan itu kemungkinan besar dilakukan karena melonjaknya permintaan konsumen. Ia mengaku, tidak mendapat laporan dari pihak pertamina maupun instansi terkait manapun terkait pengurangan pasokan gas tersebut.

“Kalau penyebabnya saya sendiri belum mengetahui secara pasti, yang jelas  akhir-akhir ini pasokan gas ke Stasiun Pengangkutan dan Pengaturan Bulk Elpiji (SPPBE) memang sedikit terhambat. Tapi anehnya tidak ada laporan sama sekali kepada kami dari instansi terkait,” ujarnya.
Dikatakan Kusnadi, biasanya pengiriman gas tabung 12 kilogram ke agen tersebut mencapai 700 sampai 800 tabung setiap satu kali pengiriman. Namun belakangan ini, telah terjadi pengurangan atau dibatasi menjadi 500 tabung per sekali pengiriman. Adapun pengiriman dilakukan setiap hari Sabtu dan Kamis.
 “Kira-kira sudah kali kedua pengiriman hari Kamis dan Sabtu lalu yang jumlahnya hanya 500 tabung. Dengan jumlah tersebut, jelas tidak ada stok, karena setiap kali datang barang, selalu diserbu oleh konsumen dan distributor,” terangya mengatakan, setiap pengiriman gas, tabung sebanyak 500 buah itu ludes dalam 1 jam.

Sementara, untuk tabung 3 kilogram, kata dia, kondisinya masih normal. Dalam sekali pengiriman Kusnadi mendapat jatah 700 buah tabung. Namun, sama dengan gas 12 kilogram, tabung 3 kilo itu juga segera diserbu dan habis dalam hitungan jam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan tabung gas elpiji 12 kg dan 3 kg berderet di PT Cempaka Mulia. Tabung-tabung yang berderet itu dititipkan oleh masyarakat untuk diisi. Warga bahkan sudah membayar meski gas belum terisi. Jadi saat terkesan ada sistem booking dan barang inden.

Santi, Salah seorang warga Lingkungan Kranggot, Kecamatan Jombang mengaku, kecewa jika ada pengurangan tabung gas. Pasalnya dengan adanya pengalihan kompor sumbu atau minyak ke gas, kini masyarakat lebih mencari tabung gas. Selain itu, kekhawatiran warga adalah naiknya harga gas ketika pasokan menurun sehingga menyebabkan langka.
 “Biasanya kalau sudah langka, harganya jadi mahal, jelas dengan seperti itu kami mengeluh, mana mau lebaran lagi. jadi tolonglah diperhatikan kembali, jangan sampai para pengecer menaikan harga, masyarakat yang nantinya jadi korban,” keluh Santi.

Sejak adanya pengurangan tabung gas tersebut, sejauh ini tidak terlihat adanya antrean ataupun kelangkaan tabung gas yang signifikan. Pasalnya, untuk pasokan sendiri tidak pernah telah ataupun molor dari jadwal pengiriman. (Irw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: