Rumah Produksi Ayam Gelonggongan Digerebek

CILEGON, Dua buah rumah di Kp. Kranggot, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang yang memproduksi ayam gelonggongan atau yang disuntik air digerebek anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon, Senin (15/9) dinihari. Dalam penggerebekan tersebut polisi mendapati ratusan ekor ayam gelonggongan siap jual.

Operasi penggerebekan tersebut dipimpin Kepala Unit Tekab Polres Cilegon, Ipda Nico, sekitar Pukul 03.00 WIB dinihari. Tim yang terdiri sekitar 5 orang itu langsung masuk ke rumah kontrakan Adnan, yang di dalamnya sedang berlangsung aktivitas penyuntikan ayam dengan menggunakan alat selang dan mesin pompa air. Petugas langsung mengamankan beberapa peralatan seperti alat suntik, selang dan pompa air. Pemilik rumah tidak bisa berkutik saat disergap petugas. Dari rumah ini petugas mengamankan sekitar 200 ekor ayam gelonggongan, sebagian besar baru selesai disuntik air, sedangkan sisanya masih dalam pengerjaan.

Dari lokasi itu, kemudian petugas bergerak lagi ke lokasi ke dua yang tidak jauh dari lokasi produksi ayam gelonggongan pertama. Dari rumah kontrakan yang ditempati Dulatim itu petugas juga menemukan 8 kantong besar berisi ayam gelonggongan yang sudah siap jual. Dari rumah ini petugas berhasil mengamankan sekitar 160 ekor ayam gelonggongan yang akan dipasarkan ke wilayah Anyer. Di tempat itu petugas juga menyita peralatan penyuntikan ayam gelonggongan.

Dua tersangka yakni Dulatim dan Adnan diamankan untuk diperiksa guna dimintai keterangan. Untuk sementara ini mereka tidak ditahan,” kata Kepala Urusan Bin Ops Reskrim Polres Cilegon, Iptu Ahmad Rifal, di kantornya kemarin.

Rifal mengatakan, berdasarkan keterangan, ayam gelonggongan tersebut dipasarkan di wilayah Kota Cilegon. Rumah produksi milik Adnan, katanya, sudah beroperasi sejak 4 tahun lalu, sedangkan Dulatim sekitar 3 bulan. Barang bukti berupa mesin pompa air 2 unit, selang 2 buah dan 2 alat suntik serta 2 jeriken diamankan di Mapolres Cilegon. “Ayam gelonggongan yang kami amankan langsung dimusnahkan,” jelas Rifal.

Dikatakan, tindakan penyuntikan ayam dengan air tersebut dinilai melanggar Undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen. Ayam gelonggongan tersebut, lanjut Rifal, diperkirakan sudah beredar di pasaran Kota Cilegon. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi Pertanian Kota Cilegon untuk segera memeriksa ke pasar, untuk memastikan keberadaan ayam gelonggongan agar tidak termakan oleh masyarakat,” katanya.

Adapun penggerebekan yang dilakukan di antaranya berkat ada laporan dari masyarakat yang memberitahu ada aktivitas penyuntikan ayam di sebuah rumah di Kp. Kranggot, Jombang, Kota Cilegon. Berdasarkan laporan tersebut, kata Rifal, pihaknya melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapati rumah kontrakan yang ditempati warga asal Jawa Tengah itu. “Motifnya hanya mencari keuntungan dari kelebihan berat ayam tersebut,” jelas Rifal, seraya mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Yayasan Perlindungan Konsumen untuk segera mencari keterangan di lapangan. (J-02)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: