Tidak ada Coba-coba. Lakukan atau Tidak Sama Sekali!

Oleh: Hingdranata Nikolay

Pertama kali saya mendengar ungkapan yang mirip judul di atas adalah dari lagu “All or Nothing” dari sebuah group rap. Lalu saya dengar sebuah ungkapan bijak dari Master Yoda dalam Star Wars, saat ia berkata “Do or do not. There is no try”.

Sejak mendengar ungkapan dari Master Yoda inilah saya menyerap makna totalitas dalam melakukan sesuatu, dan coba sepertinya hanya akan memberikan setengah usaha dari yang akan diberikan saat kita benar-benar lakukan.  Ehm, ini bisa benar, tapi bisa juga tidak. Sejak mengenal NLP, dan apa yang disebut sebagai neuro-net dalam pikiran, saya memilih untuk tidak cepat-cepat lagi menggeneralisasi hal ini.

Saat seseorang mengatakan “Oke, saya akan coba”, mungkin menunjukkan sebuah ungkapan NIAT untuk melakukannya, tapi pembahasaannya bisa men-trigger neuro-net yang salah, apabila kata ‘coba’ telah terasosiasikan dalam neuro-net sebagai sebuah kegiatan yang sudah sering dilakukan yang hanya akan membuktikan pesimisme kita atau membuktikan kekuatiran kita.  Atau kata ‘coba’ telah terasosiasikan dengan sebuah usaha setengah-setengah, yang hanya perlu diberikan energi separuh dari yang biasanya kita berikan saat kita sungguh-sungguh.  Nah, apabila kata ‘coba’ untuk kita memang sudah terasosiasikan dengan hal-hal seperti ini, memang pada saat kita mengatakan “Saya akan coba”, kita pun sepertinya hanya menantikan pembuktian berbagai alasan untuk tidak melakukan di awalnya.

Tapi, apabila neuro-net Anda tentang kata ‘coba’ lebih terasosiasikan ke keberhasilan membuktikan bahwa kekuatiran Anda seringkali salah, misalnya, maka kata ‘coba’ bisa men-trigger sebuah perilaku positif, artinya kata ‘coba’ cukup untuk membuat Anda ‘go all the way’.  Kenapa?  Karena Anda tahu dalam hampir setiap kasus Anda mencoba sesuatu, Anda berhasil membuktikan bahwa Anda memberikan minimum 100% energi Anda, selayaknya Anda sungguh-sungguh lakukan.  Sebab memang ada orang yang kata ‘coba’ sendiri sudah berarti LAKUKAN.  Dan untuk mereka, saat mereka berkata “Saya akan coba”, kekuatiran Master Yoda bisa saja tidak perlu.

Jadi, lihat dan ingat kembali sekian banyak Anda menggunakan kata ‘coba’ dan efeknya setelah Anda LAKUKAN.  Apakah Anda memberikan sama seperti saat Anda LAKUKAN atau Anda berikan hanya sebagian karena toh hanya ‘coba-coba’?  Kalau Anda adalah yang terakhir ini, maka pemacuan Anda ke totalitas ada di LAKUKAN, bukan ‘coba’.   Dan untuk Anda kata Master Yoda berlaku: “Lakukan, atau tidak sama sekali. Tidak akan coba-coba”.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: