Diduga Dianiaya Polisi, Tahanan Polsek Balaraja Tewas

korban1CILEGON – Afifi (44) tersangka kasus perjudian yang sempat mendekam selama satu bulan diruang tahanan Polsek Balaraja, Tangerang Banten, tewas dan diduga akibat dianiaya polisi. Jenazah Afifi yang meninggalkan empat orang anak dan satu isteri, pada Rabu malam (18/2) pukul 22.00 WIB, dikebumikan di TPU Bekilah, Kampung Ciriu, Desa Samangraya Citangkil Cilegon, Banten.

Adapun kematian Afifi, menurut pengakuan polisi kepada pihak keluarga, akibat sakit paru-paru, dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun pihak keluarga memastikan kematian korban akibat dianiaya petugas Polsek Balaraja. Dimana pada bagian tubuh korban, ditemukan sejumlah luka memar dan luka lecet.

Diperolah keterangan, korban Afifi, warga Kampung Ciriu Rt 02/Rw 03, Desa Samangraya, Citangkil Cilegon, Banten, yang bekerja sebagai tukang las pada perusahaan WME, ditangkap aparat Polsek Balaraja saat sedang bermain judi menggunakan kartu domino bersama tiga orang temannya di mess perusahaan tempatnya bekerja di Kampung Kiara Sentul, Tangerang, pada Rabu malam (14/1) lalu.

Mastur yang merupakan adik korban, saat ditemui dirumah duka usai menyaksikan jenazah korban Afifi dimandikan pihak keluarga, mengaku tidak terima dengan kematian korban yang diduga tidak wajar.

Alasan pihak keluarga, informasi kematian korban bukan diperoleh dari pihak Polsek Balaraja, melainkan diperoleh dari rekan kerja korban.”Ini dasar keraguan dan kami menduga korban tewas dianiaya petugas Polsek Balaraja. Ada apa dengan pihak Polsek Balaraja,”ujar Mastur.

“Kami mendapat kabar pada Selasa siang (17/2) sekira jam 12.00 WIB, yang menyebutkan kang Afifi (alm) sudah meninggal, dan jenazahnya sudah terbujur kaku di RS Umum Daerah (RSUD) Tangerang. Adapun informasi itu dari warga, bukan dari pihak Polsek Balaraja. Ini kan aneh ?,”tegas Mastur.

Lanjut Mastur didampingi Halabi ketua Rt 02/Rw 03, korban Afifi tewas akibat dianiaya, selain tidak ada informasi dari pihak aparat Polsek Balaraja, juga berdasarkan surat keterangan kematian hasil outaopsi yang diperoleh dari pihak RSUD Tangerang. Dikatakan, dalam surat itu, menyebutkan sebab kematian korban Afifi akibat kekerasan tumpul pada perut,”ujarnya seraya menunjukan surat kematian yang ditandatangani Dr Zulhasmar Syamsu.Sp.F.SH.

Selanjutnya, sebelum jenazah Afifi dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir yang lokasinya hanya berjarak sekitar seratusan meter dari rumah duka, Mastur menambahkan, selama korban menjalani pemeriksaan dan mendekam diruang tahanan, tidak satu pun pihak keluarga diperkenankan untuk menemui atau membesuk.

“Dihari-hari terakhir hidupnya, selama dalam masa penahanan di Polsek Balaraja tangerang, tidak ada satu pun pihak keluarga yang diperkanankan untuk dapat membesuk dan menemui alamarhum Kang Afifi. Sehubungan dengan pelarangan pihak keluarga yang jauh-jauh datang dari Cilegon, pihak Polsek Balaraja tidak pernah memberikan alasan,”terang Mastur didampingi beberapa keluarganya.

Sementara dari pantauan, suasana haru mewarnai rumah duka. Jenazah Afifi tiba dirumah duka Rabu malam (18/2) pukul 20.00 WIB. Tangis histeris orangtua, istri dan anak-anak korban, membuat sejumlah warga turut meneteskan airmata saat jenazah korban diturunkan dari mobil jenazah dan dibawa masuk kerumah duka. (yus)

2 Responses

  1. Polisi bejat, asu, jancok, nggak punya hati… Neraka adalah tempat polisi bersemayan… mati aja buat polisi brengsek….

  2. yp…betul…seharusnya polisi sedikit baik ke masyarakat
    merekakan pelayan masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: